semua berawal saat mereka kehilangan sosok pemimpin
memang kepergian NYA membuat mereka bersedih,, tapi itu tak bertahan lama
dalam kurun waktu yang tidak lama semua senyum ikhlas yang pernah di ajarkan NYA berubah menjadi senyum licik. dalam pikiran mereka mulai muncul pikiran-pikiran untuk menguasai peninggalan2 yang tidak seberapa itu.
sebenarnya apa yang salah dengan kami,, padahal DIA sudah berusaha keras untuk membimbing kami,,